Juna begitulah sapaan anak itu, kalaupun kedua orang tuanya kaya raya tapi ia tak pernah merasa bahagia. Dari kecil ia tak pernah merasakan belaian kasih sayang kedua orang tuanya. Disaat ia sakit pun kedua orang tuanya nggak pernah memperhatikannya. Setiap hari – harinya ia lewati dengan senyum dan kebahagian palsu. Juna selalu mencoba untuk tabah tapi terkadang ia bertanya – tanya pada dirinya sendiri “Mengapa? Mengapa harus begini apa salah diri ini sampai harus hidup dalam penderitaan pedih ini.”
Sampai suatu saat Juna mencoba berbicara dengan mereka tapi tak ada yang mendengarnya. Mereka terlalu sibuk membuat dunianya sendiri – sendiri.
Pagi itu sarapan pagi, Juna tak mau menyia – yia kan waktu itu. Dia bercerita dengan bahagianya kalau hari senin kemarin ia terpilih menjadi ketua OSIS.